Tampilkan postingan dengan label Kata Anak Muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kata Anak Muda. Tampilkan semua postingan

Selasa, 07 Oktober 2014

Pilih Warna Pastel


Ingin tampil gaya dan menarik adalah lazim bagi hampir semua perempuan. Termasuk dalam berpakaian dimana setiap perempuan memiliki ciri khas masing-masing. Seperti Samratul Fuadah yang lebih senang memakai pakaian warna pastel. “Kesannya lebih lembut, anggun, dan feminin,” kata warga Ciawi ini.

Baginya, warna pastel adalah warna yang paling enak dipandang mata. Tidak terlalu mencolok tetapi jika pas dalam padu padan maka penampilan akan tetap menarik. “Warna pastel yang saya suka pink, biru langit, mint, dan hijau muda. Pas dipakai baik siang ataupun malam,” katanya.

Selasa, 30 September 2014

Jalankan Pola Hidup Sehat


Hidup sehat memiliki banyak manfaat untuk kehidupan, tubuh, pikiran, dan penampilan. Hal tersebut dirasakan Yudha Budiman. Menjalankan hidup sehat tidak hanya merupakan upaya untuk mencegah berbagai penyakit, tetapi juga membuat dirinya merasa selalu segar setiap hari.

“Selain rutin fitness, saya juga memperhatikan pola makan. Sangat terasa sekali manfaatnya. Badan terasa lebih bugar, lebih semangat menjalankan aktivitas, dan lebih percaya diri,” kata karyawan salah satu perusahaan seluler di Tasikmalaya ini.

Olahraga baginya merupakan sebuah keharusan dalam menjalankan gaya hidup sehat. Tidak harus yang berat, olahraga bisa juga dilakukan dengan rutin berjalan kaki atau bersepeda. “Kalau saya lebih senang nge-gym. Karena memang sudah hobi dan untuk menunjang penampilan,” katanya yang juga bekerja sebagai freelance model.

Dengan terbiasa menjalankan pola hidup sehat, tidak hanya raga saja yang terasa sehat, jiwa pun terasa tentram. “Mendatangkan kebahagiaan tersendiri dan terhindar dari stress,” kata Yudha.

Jumat, 26 September 2014

Anak Muda Harus Punya Jiwa Nasionalisme


Negara yang bisa maju adalah negara yang pemerintah dan rakyatnya memiliki jiwa nasionalisme tinggi. Menurut Reza Fauzi, ketua Purna Paskibra Indonesia (PPI) Tasikmalaya seluruh rakyat Indonesia terutama anak muda harus memiliki jiwa tersebut.

“Sangat penting bagi para pemuda untuk memiliki jiwa nasionalisme, cinta bangsa dan negara diatas kecintaan terhadap kepentingan golongan,” katanya.



Memiliki jiwa nasionalisme tinggi dimana pemuda dengan bangga menjunjung nama Indonesia pasti akan memberikan efek malu jika mereka melakukan hal-hal negatif. “Kecintaan terhadap Indonesia pasti akan membimbing mereka yang punya jiwa nasionalisme tinggi untuk selalu mengharumkan nama negaranya dan tidak ingin mencoreng nama Indonesia,” kata Reza.

Salah satu bukti kecil dalam perwujudan jiwa yang memiliki nasionalisme adalah tertib saat mengikuti upacara bendera. Terutama bagi para siswa. “Intinya mereka yang berjiwa nasionalisme tidak akan tega melihat nama negaranya tercemar, pasti akan lebih banyak melakukan kegiatan-kegiatan positif yang bermanfaat,” ungkapnya.

Kamis, 25 September 2014

Belajar Komunikasi dan Kepribadian


Memiliki pekerjaan yang menuntut keluwesan dalam menghadapi klien membuat Lonita Julia tergerak untuk belajar komunikasi dan kepribadian. Baginya, kedua hal tersebut tidak hanya memiliki manfaat untuk menunjang kinerja, tetapi juga bermanfaat untuk memudahkan dalam bergaul. “Saya belajar kepribadian di salah satu agency modelling dan sangat terasa sekali manfaatnya untuk kebutuhan kerja sehari-hari,” katanya yang bekerja sebagai sales counter salah satu dealer motor di Tasikmalaya ini.



Belajar komunikasi dan kepribadian membuat Oni, sapaan akrabnya harus bisa bersikap cantik saat menghadapi klien. Mulai dari cara duduk hingga bicara. “Saya meyakini dalam berkarir itu tidak hanya ilmu pengetahuan yang harus dimiliki, tetapi juga ilmu dalam bersikap dan menghadapi persoalan tertentu,” katanya. “Perpaduan antara ilmu komunikasi dan kepribadian memang memberikan efek baik dalam menjalankan pekerjaan,” pungkas Oni.

Rabu, 24 September 2014

Belajar Mengikuti Kata Hati


Memilih profesi bisa dibilang seperti memilih pasangan hidup karena dalam jangka waktu yang lama, perjalanan hidup akan selalu berhubungan dengannya. Hal tersebut diungkapkan Senix Widya Octaviani. Baginya, profesi harus sesuai dengan passion dan kata hati. “Kalau saya pribadi lebih senang bekerja di bidang yang saya sukai dan punya passion besar dalam mengerjakannya. Fashion dan kue adalah dua hal yang paling saya sukai,” kata pemilik butik Nix Dressing Room ini.




Senix mengatakan mengikuti kata hati dalam hal memilih profesi memiliki banyak manfaat. Terutama mengenai semangat dalam menjalankannya. “Dulu saya pernah bekerja menjadi karyawan, tapi memang tidak sesuai dengan passion saya akhirnya saya memilih berwirausaha dengan buka butik dan pemesanan kue,” katanya. “Kalau sekarang secapek-capeknya bekerja, tapi karena pekerjaanya sangat disukai, capek pun tidak terasa,” kata Senix.

Selasa, 23 September 2014

Percaya Kekuatan Komunitas


Bagi Mohamad Rifki Insani, memiliki pergaulan luas dengan bergabung di berbagai komunitas mendatangkan banyak manfaat. Dirinya percaya akan kekuatan komunitas yang bisa mendapatkan sekaligus berbagi ilmu pengetahuan. “Tuhan menciptakan kita sebagai makhluk sosial jadi kita tidak bisa hidup sendirian,” katanya yang aktif di Komunitas Spot Unsil, Tasik Cyber, dan Komunitas Wisata Kuliner Tasik ini.



Terlebih, komunitas yang diikutinya memang merupakan kelompok orang yang memiliki kepedulian satu sama lain sehingga komunitas terjalin dengan erat dan sudah seperti keluarga sendiri. “Aktif di komunitas itu seperti memiliki saudara-saudara baru,” ungkap Rifki.

Informasi terbaru dan bermanfaat juga bisa didapat di dalam komunitas. Apalagi kini semua komunitas yang diikutinya memiliki media sosial masing-masing sehingga berkomunikasi menjadi lebih gampang. “Intinya, tidak hanya eksistensi yang didapat, tetapi juga teman dan informasi bermanfaat,” katanya.

Sabtu, 20 September 2014

Seimbangkan Otak Kanan dan Kiri



Bagi Muhammad Nugi Suriakisti, belajar musik memiliki banyak manfaat salah satunya untuk menyeimbangkan otak kanan dan kiri. Siswa SMAN 5 Tasikmalaya ini mengaku senang bermain musik ritmis sejak duduk di bangku SD. “Saya nggak begitu mahir main gitar. Dari kecil lebih senang alat musik ritmis seperti drum,” katanya.



Selain bermanfaat bagi otak, Nugi juga mengaku semakin percaya diri karena bisa bermain musik. Awalnya bermain musik memang tidak gampang. Perlu latihan lama untuk bisa memainkan sebuah lagu. Namun lama-lama, memainkan musik menjadi hal yang gampang dan mengasyikkan. “Kelihatannya mudah, tapi sebenarnya perlu latihan serius. Saya sudah mulai main drum sejak duduk di bangku SD,” kata Nugi.

Setelah mahir memainkan drum, Nugi sebenarnya berminat untuk mencoba alat musik harmonis atau melodis. “Seperti piano. Suatu hari pengen menguasai berbagai alat musik. Sekadar untuk menambah skill dan hiburan,” pungkasnya.

Selasa, 16 September 2014

Terinspirasi Dari The Beatles



Sebagai anak muda, Rizki Gusti Dwiputra sedang senang-senangnya melakukan hobi. Siswa kelas 12 SMAN 5 Tasikmalaya ini memiliki passion di bidang musik. Sejak kelas 4 SD, Rizki telah akrab dengan gitar dan mulai belajar secara otodidak didampingi kakaknya.

“Setiap anak muda harus punya kabisa, harus punya skill. Saya senang main musik terinspirasi oleh The Beatles. Lagu-lagu yang dimainkan juga kebanyakan lagu The Beatles, sesekali Rolling Stone,” ungkapnya.
Beberapa lagu The Beatles yang paling disukai Rizki diantaranya Yesterday, Blackbird, A Hard Day’s Night, dan I Want to Hold Your Hand.

Selain menjadikan nilai plus, kemampuan bermain musik juga menjadi hiburan tersendiri baginya. Lebih dari itu, Rizki meyakini banyak manfaat bermain musik baik untuk perkembangan psikologis maupun akademis. “Dari info yang saya baca di internet sih, main musik itu bagus untuk perkembangan otak, karena memang dalam memainkannya perlu keterampilan dan kreatifitas,” pungkasnya.