Tampilkan postingan dengan label SMPN 2 Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMPN 2 Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 Agustus 2014

Paskibra Nedutas Latih Anggota Baru



TASIK- Ekstrakulikuler paskibra SMPN 2 Tasikmalaya (Nedutas) mulai menggelar latihan rutin, kemarin (22/8). Latihan tersebut diikuti oleh anggota baru yang telah direkrut sejak demo ekskul yang dilaksanakan pada 16 Agustus lalu. “Jumlah anggota baru ada 40 orang, mereka terdiri dari kelas 7A sampai 7L. Dari tahun ke tahun, ekskul paskibra selalu banyak diminati,” kata Annisa Hidayah Pratiwi ketua ekskul paskibra SMPN 2 Tasikmalaya ketika diwawancara di tengah-tengah latihan, kemarin (22/8).

Siswa kelas 9H tersebut mengungkapkan latihan tidak hanya berupa baris berbaris, tetapi juga pemberian materi di dalam kelas. “Seperti materi tentang gerakan dasar, baru praktiknya latihan di lapangan,” katanya.

Para anggota baru juga akan segera diseleksi untuk mengikuti perlombaan terdekat pada September mendatang. Annisa memberi pesan kepada para anggota baru untuk rajin latihan, kuat fisik dan mental, serta lebih disiplin. “Yang akan diikutsertakan dalam lomba terdiri dari kelas 8 dan kelas 7. Jadi harus persiapkan diri sebaik mungkin bagi anggota baru biar terseleksi untuk ikut lomba,” kata Annisa.

Grediansyah, kelas 7K mengatakan sangat antusias mengikuti latihan perdananya. “Saya ikut paskibra biar bisa disiplin dan dapat ilmu tentang berorganisasi, juga baris berbaris,” katanya.

Jumat, 22 Agustus 2014

SMPN 2 Tasikmalaya Jadi Tuan Rumah Diseminasi HAM



TASIK- SMPN 2 Tasikmalaya menjadi tuan rumah dalam Diseminasi Hak Asasi Manusia yang digelar oleh Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kota Tasikmalaya, kemarin (12/8). Kegiatan yang dibuka oleh ketua RANHAM wakil walikota Tasikmalaya Ir H Dede Sudrajat MP tersebut diikuti oleh 50 siswa SMPN 2 Tasikmalaya. Dengan narasumber H Rustidjo SH MH dari STHG, Drs Asep Chahyanto MSi dari LSM, dan Bekti B Zaenuddin MPd dari unsur perguruan tinggi, Diseminasi HAM menjelaskan mengenai hak-hak asasi manusia termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan.

Dijelaskan H Rustidjo, hak untuk mendapatkan pendidikan adalah salah satu hak asasi manusia yang tercantum dalam BAB XA tentang hak asasi manusia. Juga dalam BAB XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan dalam UUD 1945 setelah amandemen. “Dalam Pasal 28C ayat 1 menyatakan setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia,” katanya di sela-sela acara.

Dani Taufiq Ridwan, ketua OSIS SMPN 2 Tasikmalaya yang mengikuti Diseminasi HAM menyimpulkan untuk menjunjung tinggi HAM dirinya sebagai individu harus saling menghargai dan menghormati sesama. “Tidak membully teman, tidak mengejek, tidak mencemooh. Ikut kegiatan ini juga memberikan ilmu baru untuk saya tentang sejarah hak asasi manusia sampai pasal-pasal terkait HAM,” kata Dani.

Wakasek Humas SMPN 2 Tasikmalaya Tomi Budi Utama mengharapkan ditunjuknya SMPN 2 sebagai tempat penyelenggaraan Diseminasi HAM adalah sebuah penghormatan. “Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat minimal bagi siswa yang mengikutinya,” kata Tomi.

Ekskul Seni Musik Gelar Audisi Untuk Menjaring dan Regenerasi Anggota



TASIK- Ekskul seni musik SMPN 2 Tasikmalaya menggelar audisi untuk menyeleksi anggota baru, Sabtu (23/8) lalu. Audisi tersebut merupakan salah satu cara untuk regenerasi dan pencarian anggota yang memiliki kualifikasi sesuai dengan yang dibutuhkan. Aris Risawati SPd, pembina ekskul seni musik mengungkapkan kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun ajaran baru untuk menjaring siswa yang memiliki minat dan bakat di bidang seni musik.

“Tahun ini jumlah yang ikut audisi sebanyak 120 orang, didominasi oleh kelas 7 sebanyak 80 orang. Sisanya kelas 8 dan 9. Nanti yang terjaring sekitar 30 atau 40 orang,” katanya ketika ditemui usai memberikan penilaian kepada peserta audisi. “Yang menilai tidak hanya saya, tetapi juga anggota lama yang terdiri dari kelas 8 dan 9. Biar fair,” tambah Aris.

Siswa yang lolos untuk ikut ekskul seni musik memiliki tugas setiap hari Senin sebagai tim paduan suara dalam upacara bendera. Selain itu, tugas pun menanti setiap tahun yakni menjadi paduan suara dalam acara perpisahan kelas 9. “Makanya diperlukan audisi untuk mendapatkan siswa yang benar-benar punya semangat, berbakat, dan mampu tanggung jawab terhadap tugas-tugasnya tersebut. Mereka dilatih setiap Sabtu,” ungkap Aris.

Selain paduan suara, ekskul seni musik juga terdiri dari pengembangan minat siswa untuk belajar alat musik. Mulai dari tradisional seperti gamelan sampai internasional seperti gitar, keyboard, dan drum. “Untuk belajar alat musik, anak-anak menggunakan teknik tutor sebaya. Jadi diajarkan oleh senior atau rekannya yang sudah bisa main alat musik,” katanya.

Fikri Aprilia, ketua ekskul seni musik mengungkapkan ekskul yang diketuainya tersebut tidak hanya tempat untuk mengembangkan minat bermusik, tetapi juga sebagai tempat sharing ilmu. “Para anggotanya sudah seperti keluarga. Apalagi pembinanya juga asik, sudah seperti ibu sendiri. Jadi berlatihnya juga bikin kita semangat,” kata Fikri.

Senin, 18 Agustus 2014

Siswa SMPN 2 Tasikmalaya Demo Ekskul



TASIK- SMPN 2 Tasikmalaya menggelar demo ekstrakulikuler di lapang sekolah, Sabtu (16/8). Demo tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) yang digelar Juli lalu. “Karena pada saat Bulan Juli bertepatan dengan bulan puasa, kami sengaja menunda demo ekskul dan menyelenggarakannya sekarang setelah KBM efektif,” kata Bambang Dwi SPd, pembina OSIS SMPN 2 Tasikmalaya.

Dijelaskannya ada 8 ekstrakulikuler yang mengikuti demo. Yaitu paskibra, pramuka, PMR, perisai diri, futsal, badminton, taekwondo, dan karate. Ekskul lainnya seperti jurnalistik, matematika, IPA, dan IPS akan diperkenalkan di dalam kelas masing-masing. “Setelah ini anak-anak diharapkan bisa aktif di minimal salah satu ekstrakulikuler, yakni pramuka yang merupakan ekskul wajib untuk diikuti seluruh siswa sesuai dengan diberlakukannya kurikulum 2013,” kata Bambang. “Namun kami sebagai guru merekomendasikan anak untuk ikut ekskul lainnya selain pramuka, yang sesuai dengan minat dan bakat masing-masing,” tambahnya.

Dijelaskan Bambang, mengikuti ekskul di sekolah itu penting untuk menyalurkan dan mengasah kemampuan yang dimiliki siswa. “Yang senang olahraga, silakan masuk ke ekskul basket, badminton, atau futsal. Senang bela diri, ayo masuk ke karate atau taekwondo. Pilih ekskul yang benar-benar cocok dan tepat agar bisa memberikan nilai yang positif,” pungkas Bambang.