Tampilkan postingan dengan label SMPN 3 Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMPN 3 Tasikmalaya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Agustus 2014

SMPN 3 Tasikmalaya Juara 1 Siliwangi All Rebound



TASIK- Tim basket puteri SMPN 3 Tasikmalaya mendapatkan juara 1 pada kejuaraan bola basket antar SMP/SMA se-Priangan Timur di Unsil, Minggu (31/8) lalu. Mereka adalah Arlene, Aylin, Gita, Rinzani, dan Kyla. Bahkan Gita dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam kejuaraan tersebut.

Ahmad Rahayu SPd, waka kurikulum SMPN 3 Tasikmalaya mengungkapkan tim basket SMPN 3 berkembang pesat lima tahun terakhir. Pada tahun 2013 pun SMPN 3 Tasikmalaya lewat tim basket putri mendapatkan juara umum O2SN tingkat kota. “Mereka dilatih oleh Anggi, salah satu alumnus SMPN 3 dan juga dibimbing oleh guru olahraga,” katanya.

Gita, salah satu anggota tim basket puteri SMPN 3 Tasikmalaya mengungkapkan latihan rutin adalah salah satu kunci dalam meraih prestasi. “Lawan saat final cukup berat, yaitu tim dari SMPN 2 Tasik. Tapi berkat kerja keras dan kekompakan, akhirnya bisa memang,” katanya. “Kami berlatih setiap Selasa, Rabu, dan Sabtu. Makanan juga harus dijaga, sebaiknya jangan makan makanan sembarangan,” kata siswa kelas 9B yang meraih juara 1 atletik pada O2SN tahun 2012 tersebut.

Gita berharap tim basket SMPN 3 akan terus melakukan regenerasi yang baik dan meraih lebih banyak prestasi.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Guru Agama Pakai Buku dari MGMP


TASIK- Buku mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti kurikulum 2013 untuk tingkat SMP belum ada. Oleh karena itu, beberapa guru PAI dan Budi Pekerti menggunakan buku paket dari MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) PAI  Kota Tasikmalaya. “Sambil nunggu buku fisiknya datang, kami menggunakan buku fotokopian,” kata Basar Ahmad Nurdin SPdI, guru PAI SMPN 3 Tasikmalaya, kemarin (29/8).


Menurut Basar, mengenai materi PAI tidak begitu banyak yang berbeda antara Kurikulum Terpadu Satuan Pendidikan (KTSP) dan kurikulum 2013. Yang membedakan adalah teknis mengajar dan penilaian. “Memang ada sedikit perbedaan, kalau kurikulum 2013 pembahasannya lebih luas dan menitikberatkan pengamatan siswa pada proses belajarnya. Juga, kalau dulu kan namanya Pendidikan Agama Islam, sekarang nama mapelnya Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti. Itu saja,” katanya.

Ketiadaan buku PAI kurikulum 2013 hingga saat ini bagi Basar bukan hambatan. Dirinya berinisiatif untuk mengambil referensi dari berbagai sumber. Termasuk internet. “Dalam kurikulum 2013, siswa harus menggali informasi dan data sebanyak-banyaknya. Internet pasti diperlukan, tapi itu tidak menjadi masalah. Di SMPN 3 sudah ada koneksi internet. Jadi siswa tinggal mengakses lewat gadget masing-masing,” katanya.

Rabu, 27 Agustus 2014

Guru SMPN 3 Tasikmalaya Mulai Penilaian Online


TASIK- Guru-guru di SMPN 3 Tasikmalaya mulai menerapkan penilaian online yang sesuai dengan kurikulum 2013 setelah mendapatkan sosialisasi beberapa waktu lalu. Hal tersebut diungkapkan kepala SMPN 3 Tasikmalaya Dadang Abdul Patah MPd. “Ya, alhamdulillah sebagian sudah mencoba penilaian secara online. Kita belajar sambil berjalan saja,” katanya, kemarin (26/8).


Penilaian setiap mata pelajaran meliputi kompetensi pengetahuan, kompetensi keterampilan, dan kompetensi sikap. Skala yang digunakan pun tidak lagi 0 sampai 100 tetapi skala 1 sampai 4 seperti penilaian di Perguruang Tinggi. “Banyak guru yang mengeluh dengan juknis penilaian pada kurikulum 2013. Oleh karena itu, adanya sistem penilaian online ini diharapkan bisa memudahkan,” kata Dadang.

Sejauh ini, sosialisasi penilaian online terjadwal di setiap SMP dan SMA di Kota Tasikmalaya baik negeri maupun swasta. Dengan adanya penilaian online memang menuntut guru untuk tidak gaptek. “Guru harus melek internet, tahu cara mengoperasikan gadget. Semua harus mencoba berupaya mengaplikasikan penilaian online dalam implementasi kurikulum 2013 ini secara bertahap sampai bisa,” katanya. “Sekolah juga dituntut untuk menyediakan sarana berupa infokus atau proyektor di setiap ruang kelas agar KBM bisa berjalan lebih efektif dan selaras dengan tujuan kurikulum 2013,” tambah Dadang.

Selasa, 26 Agustus 2014

Bahasa Sunda Jadi Mulok Wajib



TASIK- Seiring diimplementasikannya kurikulum 2013, bahasa sunda kini menjadi muatan lokal (mulok) wajib hampir di semua sekolah menengah. Seperti yang dituturkan Yuni, guru bahasa sunda SMPN 1 Tasikmalaya. Dijelaskannya, pelajaran bahasa sudah ditetapkan sebagai muatan lokal wajib di Jawa Barat. “Nama muloknya bahasa daerah. Kalau di Tasik bahasa sunda, di kota-kota lain muloknya menggunakan bahasa masing-masing daerah seperti bahasa cirebon dan bahasa melayu betawi,” katanya.

Hal serupa diungkapkan kepala SMPN 3 Tasikmalaya Dadang Abdul Patah. Dikatakannya, menjadikan bahasa daerah sebagai muatan lokal wajib sudah menjadi keputusan gubernur dan sudah disetujui pihak kemendikbud pusat.  “Sementara mulok pilihan pemkot yang dulu diberlakukan seperti ekonomi syariah dan pendidikan lingkungan hidup (PLH) hampir semua sudah ditiadakan. Kedua materi tersebut diintegrasikan dengan mata pelajaran lain. Ekonomi syariah masuk ke IPS dan pendidikan lingkungan hidup masuk ke pelajaran IPA biologi,” ujar Dadang.

Sementara mengenai buku kurikulum 2013 untuk pelajaran bahasa sunda hingga kini masih menggunakan materi dari soft copy DVD dan internet. “Di SMPN 3 yang belum ada buku fisik bahasa sunda, PAI, dan buku pegangan guru untuk semua matpel,” katanya

Minggu, 17 Agustus 2014

Penilaian Kurtilas Online Mulai Disosialisasikan




TASIK- Guru SMPN 3 Tasikmalaya mengikuti sosialisasi teknik penilaian kurikulum 2013 (kurtilas) online, Sabtu (16/8) lalu. Dadang Abdul Patah, kepala SMPN 3 mengatakan sistem kurikulum 2013 merangsang murid untuk lebih aktif dan kreatif dalam belajar sekaligus menuntut kerja guru lebih keras. Salah satunya berkaitan dengan sistem penilaian dimana nilai harus dideskripsikan.

“Tentunya butuh waktu yang lama dan lebih ribet. Teknik penilaian kurikulum 2013 secara online ini diharapkan bisa mempermudah para guru untuk memberikan nilai,” katanya.

Penilaian adalah salah satu proses penting dalam mengukur pencapaian hasil belajar peserta didik yang seharusnya tidak perlu diambil pusing. Terlebih dengan menggunakan sistem online. “Untuk teknisnya, nanti semua guru secara bertahap akan diberikan sosialisasi. SMPN 3 menjadi pilot project dari pembuat sistem online yakni dari simponiku.com, sebuah web yang menyajikan informasi dan menitikberatkan pada pendataan terintegrasi sehingga bisa diakses kapanpun, dimanapun, transparan, dan up to date,” kata Dadang.

Diungkapkannya, memang dengan disosialisasikannya teknik penilaian kurikulum 2013 ini menuntut guru untuk lebih melek teknologi. “Mampu mengoperasikan teknologi sekarang sudah jadi tuntutan zaman. Saya optimis penilaian dengan teknik online bisa membantu para guru,” katanya