Tampilkan postingan dengan label silaturahmi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label silaturahmi. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Agustus 2014

Walikota Tasikmalaya Hadiri Silaturahmi MKK SMP Kota Tasikmalaya



TASIK- Musyawarah Kerja Kepala (MKK) SMP Kota Tasikmalaya menggelar pertemuan di Saung Gunung Jati Kota Tasikmalaya, Kamis (7/8). Kegiatan rutin tahunan pasca lebaran tersebut dihadiri Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman. Ketua panitia kegiatan Drs H Dadang Abdul Patah MPd sekaligus kepala SMPN 3 Tasikmalaya mengungkapkan selain bertujuan untuk mempererat silaturahmi, kegiatan tersebut menjadi momen untuk saling memotivasi untuk meningkatkan kinerja kepala sekolah.

“Tadi juga ada motivasi langsung yang disampaikan dari Walikota agar kami yang bergerak di dunia pendidikan semakin dekat, kalau sudah dekat semakin merapat, sama-sama bergandengan tangan memberikan yang terbaik untuk kemajuan dunia pendidikan,” katanya  usai acara.

Dalam kegiatan tersebut, Dadang juga menjelaskan mengenai peraturan Menteri Pendidikan Nasional nomor 28 tahun 2010 tentang periodisasi kepala sekolah bahwa jabatan kepala sekolah maksimal tiga periode. Dijelaskan Dadang, peraturan tersebut merupakan cara pemerintah dalam rangka memberi kesempatan kepada semua guru dan tenaga pendidik untuk mengekspresikan gagasan dan kemampuannya dalam memajukan pendidikan.

“Hal seperti ini sebenarnya tergantung dari pribadi masing-masing. Kalau sadar bahwa jabatan kepala sekolah adalah hanya tugas tambahan dan amanah, maka akan ikhlas untuk meninggalkan jabatan tersebut. Sewaktu-waktu jabatan ini bisa kembali diraih dengan catatan kinerjanya baik,” kata wakil ketua MKK SMP Kota Tasikmalaya tersebut. “Saya mengajak kepala sekolah bisa melakukan yang terbaik untuk dunia pendidikan entah itu menjadi guru ataupun diamanahi jadi kepala sekolah. Kalau suatu hari jabatan itu dicopot, harus legowo,” tambahnya.

Kamis, 07 Agustus 2014

PGRI Cibeureum Gelar Halal Bihalal



TASIK- Ratusan guru yang merupakan anggota PGRI Kecamatan Cibeureum digabung dengan anggota PGRI Kecamatan Purbaratu menggelar halal bihalal di SMK Al-khoeriyah, Rabu (6/8) lalu. Tercatat 400 lebih guru yang terdiri dari PNS dan honorer mulai dari SD hingga SMA hadir mengikuti acara tersebut.

Dalam acara tersebut, KH Muhsin sebagai ketua Yayasan Al-ikhwan Cibeureum diberi kesempatan untuk mengisi tausyiah. Dia menuturkan bahwa guru harus mencerminkan seorang yang disiplin, berdedikasi, dan menjunjung tinggi loyalitas. Karena apa yang dilakukan oleh guru akan dicontoh oleh para peserta didik.

Asep Awaludin, sekretaris PGRI Kecamatan Cibeureum mengharapkan pertemuan tersebut bisa semakin mempererat tali persaudaraan antar guru khususnya di Cibeureum dan Purbaratu. “Kami saling memotivasi untuk berupaya agar seluruh guru bisa memegang teguh disiplin dan patuh terhadap peraturan yang ada,” katanya ketika ditemui di sela-sela acara.

Sementara itu, kepala SMK Al-khoeriyah Hj Euis Handayani Hidayat menuturkan dirinya dan seluruh warga SMK Al-khoeriyah merasa terhormat memiliki kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara. “Mudah-mudahan acara silaturahmi dan halal bihalal ini memberikan manfaat dan merekatkan jalinan ukhuwah islamiyah antar anggota PGRI,” kata Hj Euis.

Rabu, 06 Agustus 2014

Anggota Majelis Taklim Al-hikmah Tuna Netra Bersilaturahmi






TASIK- Majelis Taklim Al-hikmah Tuna Netra didampingi para mahasiswa dari Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya menggelar silaturahmi lewat halal bihalal dan pengajian di SLB ABC Yayasan Lestari, Jalan Cieunteung Gede Kota Tasikmalaya, kemarin (5/8). Dihadiri oleh sekitar 50 orang kaum tuna netra dari kota dan kabupaten Tasikmalaya, kegiatan pengajian yang saat itu diisi oleh dosen Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya Drs Asep M Tamam MAg tersebut rutin digelar setiap bulan.

“Di sini awalnya saya diminta untuk mengajar. Tapi sebenarnya saya yang banyak belajar dari optimisme dan keseriusan hidup mereka,” kata Asep M Tamam usai memberikan ceramah mengenai kebahagiaan hidup.

Andi Rahayu, mahasiswa fakultas tarbiyah Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya mengungkapkan dia beserta mahasiswa IAIC lain menjadi pendamping para kaum tuna netra dalam setiap kegiatan. Mulai dari mengkondisikan tempat sampai mengatur acara. “Kami menjadi mata buat mereka. Ini adalah salah satu wujud tanggung jawab kami sebagai manusia, sebagai mahasiswa yang selain menjadi agent of change, juga menjadi agent of social control,” katanya yang juga sebagai menteri intra dan ekstra kampus di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya ini.

Sementara itu, Mamat Rahmat ketua pengasuh Majelis Taklim Al-hikmah Tuna Netra Tasikmalaya mengungkapkan tujuan diselenggarakannya pengajian bulanan adalah untuk memotivasi kaum tuna netra di Tasikmalaya untuk lebih berdaya. “Tidak hanya kegiatan keagamaan, kami juga diberi keterampilan massage (pijat, red) di Bandung dan Bekasi secara gratis. Keterampilan itu diharapkan bisa menjadi bekal agar kaum tuna netra bisa mandiri terutama secara finansial. Karena tidak sedikit yang menjadi kepala keluarga,” ujar Mamat.

Sebagai kaum tuna netra dirinya berharap bisa memiliki hak yang sama dengan orang lain yang secara fisik normal. “Kami juga menghimbau kepada yang punya anggota keluarga tuna netra di sekitar Tasikmalaya, bisa bergabung bersama kami untuk saling memotivasi, mencari ilmu bareng, dan berdaya bersama-sama,” katanya.