Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pendidikan. Tampilkan semua postingan

Selasa, 28 Oktober 2014

Romantika Classical Love Song


Alunan alat musik harmonis dan melodis menyatu menghasilkan irama yang sangat romantic dan enak didengar dan. Setiap sebuah lagu selesai dimainkan, riuh tepuk tangan penonton selalu membahana. Itulah konser Classical Love Song yang digelar Symphony Music School (SMS) dalam rangka menyambut Hari Sumpah Pemuda yang digelar di Foodcourt Samudera, Minggu (26/10) lalu.


Kepler Sianturi, pimpinan Symphony Music School mengungkapkan konser kali ini adalah untuk mempertunjukkan bakat murid-muridnya yang bermain piano, biola, dan vocal. “Dalam dua bulan ini, kita ada tiga konser. Awal Oktober lalu khusus gitar, sekarang piano, biola, dan vokal, Bulan November nanti ada lagi konser yang mempertunjukkan para pemain alat music tiup seperti saxophone, terompet, dan flute,” katanya.

Grace Lesmana, ketua pelaksana Classical Love Song mengungkapkan konser ini bertujuan untuk persiapan ujian pada November mendatang. “Di sini, mental dan rasa percaya diri mereka dilatih. Karena nanti pada saat ujian, mereka diuji bukan oleh gurunya tapi ada tim penguji dari luar kota,” ungkapnya.

Salah satu pemain biola, Alma Neysa Maheltra mengaku senang bisa terlibat dalam konser tersebut. Siswa kelas 4 SDN Perumnas 1 tersebut sudah berlatih biola sejak setahun lalu. “Bermain biola lumayan menantang, apalagi kalau pake vibra,” katanya.

Rabu, 22 Oktober 2014

Nutrisi Fisik, Otak, dan Hati


Tidak hanya Danbrig 13/Kostrad Tasikmalaya Kolonel Windiyatno yang memberikan ceramah, Direktur Radar Tasikmalaya Dadan Alisundana pun menceritakan sedikit pengalaman dan wejangan untuk para remaja yang hadir dalam acara Radar Class di Studio Radar TV, Jumat (24/10) lalu.

 
Diceritakannya, Dadan sempat bercita-cita menjadi pilot namun begitu lulus SMA, dirinya kuliah di broadcasting TV yang sempat dibencinya. “Sesuatu itu jangan dibenci berlebihan karena bisa jadi di masa depan setiap hari kita bergaul dengan hal itu,” katanya.

Begitu lulus kuliah jurnalistik, Dadan mengaku belum bisa membuat berita. Bahkan IPK-nya hanya 2,7 membuat dirinya takut. Namun Dadan memiliki pemikiran positif dan selalu minta doa orang tua. “Mah, doakan saya. Saya nggak mau jadi wartawan tapi saya ingin menjadi pemilik koran. Ternyata doa ibu itu ampuh. Saya sempat jadi wartawan, tapi lama-lama impian untuk menjadi pemilik koran terbuka saat ada orang yang mempercayakan uangnya untuk dikelola,” jelas Dadan.

Dari perjalanan karinya tersebut, dia menangkap bahwa syarat agar mimpi-mimpi terkabul adalah jujur, kerja keras, dan berpikir positif. Tidak hanya itu, diungkapkannya ada tiga hal yang harus diberi nutrisi agar setiap orang menjadi individu yang berkualitas yakni, nutrisi badan, nutrisi otak, dan nutrisi hati. “Ketiganya harus diberi nutrisi agar seimbang. Nutrisi otak dengan terus memperkaya wawasan agar nyambung saat diajak ngobrol apapun, dan yang tidak boleh ketinggalan adalah nutrisi hati untuk memiliki jiwa yang lebih dewasa secara spiritual,” katanya.

Selasa, 23 September 2014

Danbrig Beri Motivasi Puluhan Siswa


Puluhan siswa SMP dan SMA memadati studio Radar TV, Jumat (24/10) lalu. Mereka menyimak cerita inspiratif dari Danbrigif 13/kostrad Tasikmalaya, Kolonel Windiyatno. Mulai dari perjalanan masa kecilnya yang dihabiskan di kaki Gunung Slamet hingga menjadi komandan.



Dijelaskan Windiyatno, perjalanan karirnya tidak lepas dari peranan orang tua yang selalu memberikan doa terbaik untuk anak-anaknya. “Saat saya dikirim untuk bertugas ke medan perang, Ibu saya selalu berpuasa daud, terus puasa sampai saya akhirnya pulang ke rumah,” katanya.

Selama bertugas sebagai TNI, Windiyatno memahami risiko yang harus diterima. Salah satunya adalah jauh dari keluarga karena harus melaksanakan perintah negara. Diceritakannya, saat itu putri pertamanya baru lahir namun karena tugas, dirinya harus tetap berangkat. “Selama dua tahun saya meninggalkan keluarga. Ketika tugas tersebut usai, saya langsung bergegas pulang dengan seragam lengkap dan senjata. Begitu saya pulang, anak saya yang membuka pintu dan dia memanggil saya Oom,” kata Windiyatno yang disambut dengan gelak tawa audiens.

Perjalanan karirnya di bidang militer sangat dimaknai oleh Windiyatno. Dirasakannya, bekerja sebagai TNI merupakan penerapan nilai-nilai keagamaan yang dianutnya. "Dalam sholat punkita harus patuh, tertib, dan disiplin," katanya.

Bahkan Windiyatno menyebutkan bahwa sholat merupakan penerapan demokrasi yang paling baik. Saat ada pemimpin sholat atau imam yang melakukan kesalahan saat sedang berjamaah, makmum atau yang dipimpin cukup menyebut subhanallah. "Diwakilkan mengucapkan subhanallah. Tidak perlu ribut," ujar Windiyatno.

Di akhir motivasinya, Windiyatno mengajak kepada generasi muda untuk selalu memiliki pemikiran dan tindakan positif.

Maman, waka kesiswaan SMK Al-khoeriyah yang hadir dalam acara tersebut mengungkapkan dirinya merinding dan terharu dengan apa yang dipesankan oleh Danbrig. "Acara yang digelar Radar seperti ini adalah sebuah gebrakan di dunia pendidikan dan sangat baik karena tidak ada di kurikulum sekolah dimana anak belajar langsung dari orang yang berpengalaman. Mudah-mudahan acaranya berkesinambungan sehingga bisa memberikan motivasi kepada siswa-siswi yang ada di Tasikmalaya," katanya.

Aninda Annisa, siswa SMAN 1 Tasikmalaya mengungkapkan perjalanan hidup Danbrig sangat memotivasi. "Saya harap saya pribadi beserta audiens bisa menjadikan cerita inspiratif tadi sebagai cambuk untuk lebih bisa menempa diri agar bisa menjadi individu berkualitas," kata Aninda.

Jumat, 22 Agustus 2014

SMPN 2 Tasikmalaya Jadi Tuan Rumah Diseminasi HAM



TASIK- SMPN 2 Tasikmalaya menjadi tuan rumah dalam Diseminasi Hak Asasi Manusia yang digelar oleh Panitia Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kota Tasikmalaya, kemarin (12/8). Kegiatan yang dibuka oleh ketua RANHAM wakil walikota Tasikmalaya Ir H Dede Sudrajat MP tersebut diikuti oleh 50 siswa SMPN 2 Tasikmalaya. Dengan narasumber H Rustidjo SH MH dari STHG, Drs Asep Chahyanto MSi dari LSM, dan Bekti B Zaenuddin MPd dari unsur perguruan tinggi, Diseminasi HAM menjelaskan mengenai hak-hak asasi manusia termasuk hak untuk mendapatkan pendidikan.

Dijelaskan H Rustidjo, hak untuk mendapatkan pendidikan adalah salah satu hak asasi manusia yang tercantum dalam BAB XA tentang hak asasi manusia. Juga dalam BAB XIII tentang Pendidikan dan Kebudayaan dalam UUD 1945 setelah amandemen. “Dalam Pasal 28C ayat 1 menyatakan setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pendidikan, dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya dan demi kesejahteraan umat manusia,” katanya di sela-sela acara.

Dani Taufiq Ridwan, ketua OSIS SMPN 2 Tasikmalaya yang mengikuti Diseminasi HAM menyimpulkan untuk menjunjung tinggi HAM dirinya sebagai individu harus saling menghargai dan menghormati sesama. “Tidak membully teman, tidak mengejek, tidak mencemooh. Ikut kegiatan ini juga memberikan ilmu baru untuk saya tentang sejarah hak asasi manusia sampai pasal-pasal terkait HAM,” kata Dani.

Wakasek Humas SMPN 2 Tasikmalaya Tomi Budi Utama mengharapkan ditunjuknya SMPN 2 sebagai tempat penyelenggaraan Diseminasi HAM adalah sebuah penghormatan. “Semoga ilmu yang diberikan bermanfaat minimal bagi siswa yang mengikutinya,” kata Tomi.

SMK di Tasikmalaya Masih Menunggu Buku Kejuruan



TASIK- Sarana untuk menjalankan pembelajaran menggunakan kurikulum 2013 belum disertai dengan sarana yang lengkap. Terutama buku mata pelajaran kejuruan hampir di semua SMK di Tasikmalaya. Hal tersebut diakui Endang Sutisna, pelaksana TU SMKN 1 Tasikmalaya. “Yang sudah ada baru 8 mata pelajaran. Yaitu bahasa Indonesia, bahasa Inggris, prakarya, matematika, sejarah, PKN, olah raga, dan seni budaya,” katanya ketika ditemui di SMKN 1 Tasikmalaya, Jalan Mancogeh.

Sementara untuk buku kejuruan sampai kini masih belum diterima. Dijelaskan Endang, satu jurusan memiliki beberapa mata pelajaran. Seperti jurusan perhotelan, mata pelajaran kejuruannya antara lain reception, reservasi, layanan porter, public area, house keeping, dan lain-lain. “Nah untuk buku kejuruan itu apakah semua mata pelajaran disatukan atau dipisah, belum tahu. Kami masih menunggu,” ujarnya.

Sementara itu, Sawitri Nurjanah kelas XI jurusan akuntansi SMKN 1 Tasikmalaya mengatakan pergantian kurikulum yang paling terasa adalah dari jam pelajaran yang ditambah. “Sebenarnya sudah dari tahun ajaran lalu pembelajaran dimulai dari jam 7 sampai setengah tiga. Kalau buku sudah ada sebagian. Tinggal buku tentang akuntansi yang sesuai dengan jurusan kelas saya, yang belum,” katanya.

Mengenai buku mata pelajaran kurikulum 2013 yang sudah ada seperti matematika diungkapkan Sawitri kontennya tidak begitu berbeda dengan buku mata pelajaran kurikulum sebelumnya. “Kalau bagi saya, apapun kurikulumnya tugas seorang siswa adalah semangat dalam belajar,” kata Sawitri.

Kamis, 21 Agustus 2014

Mapel Bahasa Indonesia Ditambah, Bahasa Inggris Jadi Mulok


TASIK- Seiring dengan implementasi kurikulum 2013 untuk tingkat SD yang hanya berlaku bagi siswa kelas 1, 2, 4, dan 5, beberapa perubahan terjadi. Salah satunya dengan ditambahnya jam mata pelajaran bahasa indonesia dan ditiadakannya mata pelajaran bahasa inggris. Menurut Muhamad Dani, kabid dikdas Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya, bahasa inggris hanya menjadi muatan lokal (mulok) saja dimana boleh diajarkan boleh juga tidak.

“Sesuai dengan aturan pusat, Sekolah Dasar punya kebebasan untuk memasukkan bahasa inggris sebagai bagian dari mapel ataupun tidak. Keputusan untuk memasukkan atau tidak mapel tersebut, tergantung pihak sekolah masing-masing,” katanya.

Pada kurikulum 2013, jumlah jam mata pelajaran bahasa Indonesia ditambah. Hal tersebut dikarenakan bahasa Indonesia merupakan identitas bangsa yang harus dipelajari oleh semua anak.

Terkait perubahan tersebut, Eli Hidayati SPd MPd, guru SDN Cintaraja 1 merespon positif penambahan mata pelajaran bahasa Indonesia. “Agar anak lebih mencintai dan bangga dengan bahasanya sendiri. Kalau mempelajari bahasa inggris bisa lewat ekstrakulikuler atau biasanya tempat les. Karena bagaimanapun bahasa inggris tetap diperlukan agar wawasan anak tentang kebahasaan lebih banyak,” katanya.

Ridwan, orang tua salah satu murid SDN Kahuripan mengungkapkan pembelajaran bahasa inggris mungkin masih terlalu berat untuk anak SD karena terlalu banyak mata pelajaran yang harus dipelajari. “Tapi kalau orang tua yang ingin anaknya bisa bahasa inggris, ikut les justru lebih efektif. Anak yang pertama saya kursuskan bahasa inggris, progressnya lebih cepoat. Dua bulan kursus lebih kelihatan hasilnya,” kata Ridwan.

UPI Tasikmalaya Buka PG PAUD


***Masa Orientasi Mulai 26 Agustus 2014


TASIK- Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPI Tasikmalaya sedang mempersiapkan Masa Orientasi Kuliah Umum (Moka) untuk mahasiswa baru yang akan digelar 26 Agustus mendatang. Menurut Tantan Gustira, humas Moka, kegiatan akan berlangsung selama 4 hari. “Hari pertama dilakukan penyambutan mahasiswa baru, tiga hari kedepannya mereka akan mendapatkan materi dan juga training motivasi,” katanya ketika ditemui Radar di Jalan Tarumanagara, kemarin (11/8).

Masa orientasi tersebut akan digelar untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai profesi guru yang akan diembannya di masa depan. Tantan mengungkapkan, dari segi karakter, mahasiswa baru sedang dalam tahapan belajar untuk memahami tri dharma perguruan tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian. “Dalam Moka, para mahasiswa benar-benar diberi input untuk menjadi pribadi berkualitas dan diharapkan menjadi teladan karena mereka adalah calon guru yang perbuatannya akan menjadi contoh bagi siswa didiknya nanti,” kata Tantan yang juga sebagai menlu BEM UPI Tasikmalaya.

Untuk tahun 2014, jumlah mahasiswa UPI Tasikmalaya meningkat karena kini telah dibuka PG PAUD. Jika tahun sebelumnya jumlah mahasiswa sekitar 200 orang kini menjadi sekitar 300 orang. “PG PAUD baru dibuka tahun ini,” pungkasnya.

Sabtu, 16 Agustus 2014

Buku Mapel Kejuruan Belum Ada di Tasikmalaya



TASIK- Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang kini sudah efektif dan mulai menerapkan kurikulum 2013 tidak disertai dengan lengkapnya sarana belajar. Seperti buku yang sesuai dengan kurikulum baru tersebut. Terlebih untuk mata pelajaran kejuruan di jenjang SMK di Kota Tasikmalaya. Seperti yang diungkapkan Dede Ridwan Sidik, wakasek kurikulum SMK Mitra Batik Jalan RE Martadinata.

“Untuk kelas 12 karena tidak menggunakan kurikulum 2013, buku tidak begitu menjadi persoalan. Mereka menggunakan buku kurikulum KTSP. Sementara untuk kelas 10 dan 11 yang menerapkan kurikulum 2013, belum datangnya buku ini cukup jadi dilema,” katanya.

Buku yang sesuai kurikulum 2013 untuk mata pelajaran umum seperti matematika, bahasa indonesia, dan bahasa inggris sudah ada. Namun untuk mata pelajaran semua jurusan belum ada.

Diungkapkannya, mengamati buku mata pelajaran lain seperti bahasa Indonesia, materi di dalam buku kurikulum 2013 tidak jauh berbeda dengan buku kurikulum KTSP. Oleh karena itu, sambil menunggu buku kurikulum 2013 datang pihak sekolah SMK Mitra Batik akan menggunakan buku kurikulum sebelumnya untuk sementara. “Karena bagaimanapun kegiatan belajar mengajar harus tetap dilangsungkan. Mudah-mudahan saja secepatnya buku kurikulum 2013 bisa kami terima,” harap Dede.

Sabtu, 09 Agustus 2014

SMPN 9 Tasikmalaya Raih Penghargaan Raksa Persada



TASIK- SMPN 9 Tasikmalaya diganjar penghargaan Raksa Persada tahun 2014 tingkat Provinsi Jawa Barat. Penghargaan sebagai sekolah berwawasan dan berbudaya lingkungan tersebut didapat setelah menjadi salah satu kandidat di tingkat Kota untuk dinilai tim dari Provinsi Jawa Barat. “Ada beberapa sekolah di Kota yang ditunjuk untuk menerima penilaian. Untuk tingkat SMP, SMPN 9 akhirnya meraih penghargaan ini. Penghargaan diberikan pada bulan Juni 2014 lalu,” kata Usep Saefulloh SPd, MPd didampingi wakasek kesiswaan Asep Tedi SPd, kemarin (8/8).

Dijelaskan Usep, SMPN 9 Tasikmalaya memiliki motto Green School sejak tahun 2010. Kesadaran untuk peduli terhadap lingkungan selalu dihimbau kepada seluruh warga sekolah. Seperti sampah yang dibuang dengan cara dipilah antara organik dan nonroganik. “Anak-anak yang tergabung dalam ekskul seperti Pramuka bahkan sejak dulu sudah membuat pupuk kompos dari sampah organik,” katanya.

Kini SMPN 9 Tasikmalaya sedang melakukan persiapan untuk penilaian tingkat nasional. Semakin tinggi tingkat, maka semakin ketat pula regulasinya. Salah satunya adalah kepedulian lingkungan hidup harus terintegrasi dengan mata pelajaran (mapel). “Untuk kurikulum 2013 ini ada mapel prakarya yang akan diisi dengan berbagai keterampilan yang ada kaitannya dengan lingkungan hidup. Lewat mapel tersebut mudah-mudahan semakin menyadarkan warga SMPN 9 Tasikmalaya khususnya guru dan murid untuk semakin mencintai lingkungan. Minimal membuang sampah pada tempatnya,” ujar Usep.

SMAN 1 Tasikmalaya Gelar Silakbar



SMAN 1 Tasikmalaya menggelar Silaturahmi Akbar (Silakbar), kemarin (31/7). Kegiatan yang diatur oleh siswa kelas X dan XI SMAN 1 Tasikmalaya tersebut diikuti oleh anggota maupun alumni dari 7 organisasi yakni koperasi bina siswa (konasis), gema babussalam, pramuka, phipetala, paskibra, perwakilan kelas (PK), dan PMR.

Menurut Ridwan Taofik, ketua pelaksana Silakbar SMAN 1 Tasikmalaya, kegiatan tersebut rutin digelar setiap tahun. Selain bertujuan untuk menjalin silaturahmi, juga untuk menjalin kekompakan antar alumni. “Meski masing-masing organisasi memiliki kegiatan masing-masing, tapi di awal acara juga di akhir ada momen kebersamaannya dengan makan siang bersama. Momen tersebut diharapkan mengakrabkan seluruh alumni SMAN 1 Tasikmalaya,” katanya ketika ditemui di sela-sela acara.

Fauzi Faruq Nabbani, ketua pelaksana wasilah, ajang silaturahmi organisasi gema babussalam, mengungkapkan organisasinya mengisi Silakbar dengan mendengarkan ceramah dari Ustadz Hamid mengenai manfaat silaturahmi. “Organisasi kami sudah berdiri 24 tahun dan rutin mengikuti Silakbar seperti sekarang,” katanya.

Lebih jauh Fauzi menjelaskan, Gema Babussalam merupakan organisasi kerohanian di SMAN 1 Tasikmalaya yang kegiatannya meliputi mentoring atau tarbiyah, taqlim, qolqolah, serta tafakur alam. “Dengan adanya kegiatan di sekolah berupa silaturahmi, saya harap tahun depan semakin banyak alumni dari organisasi yang datang,” kata Fauzi.

Kamis, 07 Agustus 2014

Buku Kurikulum 2013 Belum Terdistribusi Rata di Tasikmalaya


TASIK- Penerapan kurikulum 2013 yang dimulai tahun ajaran sekarang masih terkendala beberapa hal. Selain pelatihan guru yang belum tuntas 100 persen, distribusi buku di Kota Tasikmalaya yang akan digunakan dalam implementasi kurikulum 2013 pun masih belum merata. Hal tersebut diakui Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Tasikmalaya Muhamad Dani.

“Sebenarnya ada lelang payung dari pusat dimana dananya berasal dari BOS. Hanya belum semua sekolah sudah menerima buku kurikulum 2013. Target akhir Agustus semua sudah mendapatkan buku,” katanya ketika ditemui di Saung Gunung Jati Kota Tasikmalaya, kemarin (7/8).

Dani menjelaskan untuk pendidikan dasar jenjang SD, kurikulum 2013 hanya diterapkan di kelas 1, 2, 4, dan 5 dengan jumlah siswa sekitar 30.000 orang se-Kota Tasikmalaya. Sementara untuk jenjang SMP hanya diterapkan di kelas 7 dan 8 dengan jumlah siswa sekitar 16.000 orang. “Karena konsepnya tematik, masing-masing anak SD mendapatkan 4 buku, tidak per mata pelajaran. Sementara siswa SMP masing-masing ada 10 mata pelajaran,” jelasnya.

Dani merekomendasikan bagi sekolah di Kota Tasikmalaya yang sudah mendapatkan buku kurikulum 2013 untuk menjadikannya sebagai inventaris sekolah. “Artinya tetap diberikan kepada anak-anak sebagai buku panduan belajar, bisa dibawa pulang ke rumah tapi harus terorganisir dengan baik agar bisa dipakai untuk angkatan selanjutnya,” kata Dani.

Sementara bagi sekolah di Kota Tasikmalaya yang belum mendapatkan buku kurikulum 2013 untuk mengunduhnya dari internet dan menggandakan. “Bisa difotokopi sambil menunggu buku fisiknya datang,” pungkasnya.

Purqon, kepala SMP PUI Cinehel Kota Tasikmalaya mengatakan dirinya menyambut baik pergantian kurikulum dari KTSP menjadi kurikulum 2013. Namun sekolahnya belum menerima buku fisik kurikulum 2013. “Upaya kami sesuai dengan anjuran Dinas Pendidikan masih menggunakan buku hasil fotokopi yang materinya di-download dari internet,” katanya. 

PGRI Cibeureum Gelar Halal Bihalal



TASIK- Ratusan guru yang merupakan anggota PGRI Kecamatan Cibeureum digabung dengan anggota PGRI Kecamatan Purbaratu menggelar halal bihalal di SMK Al-khoeriyah, Rabu (6/8) lalu. Tercatat 400 lebih guru yang terdiri dari PNS dan honorer mulai dari SD hingga SMA hadir mengikuti acara tersebut.

Dalam acara tersebut, KH Muhsin sebagai ketua Yayasan Al-ikhwan Cibeureum diberi kesempatan untuk mengisi tausyiah. Dia menuturkan bahwa guru harus mencerminkan seorang yang disiplin, berdedikasi, dan menjunjung tinggi loyalitas. Karena apa yang dilakukan oleh guru akan dicontoh oleh para peserta didik.

Asep Awaludin, sekretaris PGRI Kecamatan Cibeureum mengharapkan pertemuan tersebut bisa semakin mempererat tali persaudaraan antar guru khususnya di Cibeureum dan Purbaratu. “Kami saling memotivasi untuk berupaya agar seluruh guru bisa memegang teguh disiplin dan patuh terhadap peraturan yang ada,” katanya ketika ditemui di sela-sela acara.

Sementara itu, kepala SMK Al-khoeriyah Hj Euis Handayani Hidayat menuturkan dirinya dan seluruh warga SMK Al-khoeriyah merasa terhormat memiliki kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara. “Mudah-mudahan acara silaturahmi dan halal bihalal ini memberikan manfaat dan merekatkan jalinan ukhuwah islamiyah antar anggota PGRI,” kata Hj Euis.